Sosialisasi DTSEN, Pemkab Bandung Barat dorong pemutakhiran data untuk perkuat ketepatan program sosial - News and Press Release - BPS-Statistics Indonesia Bandung Barat Regency

Telah Tersedia Publikasi Kabupaten Bandung Barat Dalam Angka 2024, dapat diunduh di sini

Strategic Indicators Bandung Barat Regency: Population 1.907 million; Percentage of Poor Population 9.87%; Open Unemployment Rate 6.7 %; Human Development Index (HDI) 70.77; GRDP per Capita at current Market Prices currently Rp. 32.500 (thousand); GRDP growth rate (at Current Market Prices constant 2010) 4.94%.

Anda Butuh Data? atau ada laporan pengaduan? Kami Siap Melayani. Pelayanan Statistik Terpadu BPS Kabupaten Bandung Barat buka pada hari kerja pukul 08.00-15.30 WIB atau via chat WA di 0851-8687-3217

Home

Product - News and Press Release

Sosialisasi DTSEN, Pemkab Bandung Barat dorong pemutakhiran data untuk perkuat ketepatan program sosial

Sosialisasi DTSEN, Pemkab Bandung Barat dorong pemutakhiran data untuk perkuat ketepatan program sosial

Sosialisasi DTSEN, Pemkab Bandung Barat dorong pemutakhiran data untuk perkuat ketepatan program sosial

September 4, 2026 | Other Activities


Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung Barat menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) 2026 dan pemutakhiran data yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat..


Dalam paparannya, Kepala BPS Bandung Barat, Judiharto Trisnadi menjelaskan bahwa DTSEN merupakan hasil integrasi berbagai basis data sektoral seperti Regsosek dan P3KE dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai kunci utama. Langkah ini diambil untuk meminimalisir anomali data serta memastikan bantuan pemerintah lebih tepat sasaran.


"DTSEN akan disinkronkan secara berkelanjutan dengan data administratif lainnya, mulai dari pajak kendaraan di Samsat, kepemilikan aset di BPN, hingga data transaksi keuangan digital. Hal ini dilakukan agar potret kesejahteraan masyarakat semakin mendekati kondisi riil di lapangan," ujar Judiharto.


Lebih lanjut, Judiharto membedah struktur klasifikasi kesejahteraan atau sistem desil dalam DTSEN. Ia menekankan bahwa pemahaman mengenai pembagian kelompok Desil 1 hingga 10 sangat krusial bagi pemerintah desa, mengingat intervensi bantuan sosial umumnya difokuskan pada masyarakat yang berada di kelompok Desil 1 hingga 4.


Ia juga menyoroti peran vital operator desa dan mekanisme Verifikasi serta Validasi (Verval) yang transparan. Menurutnya, desa memiliki otoritas untuk melaporkan perubahan status warga, seperti warga yang sudah mampu secara ekonomi, pindah domisili, atau meninggal dunia melalui operator SIKS-NG di tingkat desa.


#BPSKBB

#SensusEkonomi

Badan Pusat Statistik

BPS-Statistics Indonesia

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung BaratJalan Raya Padalarang No. 763 Padalarang Bandung Barat 40553Telp: (022) 6804400; Fax: (022) 6804411Email: [email protected]

logo_footer

Copyright © 2023 BPS-Statistics Indonesia